Dekonstruksi Ruang Privat dan Matinya Kesucian Keluarga Modern: Analisis Semiotika dan Teologis terhadap Film Ipar Adalah Maut
Keywords:
Ipar Adalah Maut, Semiotika, Roland Barthes, Komunikasi IslamAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena sinematik film Ipar Adalah Maut (2024) karya sutradara Hanung Bramantyo yang diadaptasi dari narasi viral di platform TikTok. Menggunakan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan Komunikasi Penyiaran Islam, Studi Budaya, dan Semiotika, penelitian ini bertujuan untuk membongkar bagaimana teks media mendekonstruksi struktur hunian komunal pada keluarga Muslim modern di Indonesia. Dengan pisau analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), studi ini membedah pergeseran ruang domestik yang meruntuhkan "mitos keamanan" di dalam rumah tangga. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi fungsi film sebagai mau’izah hasanah (dakwah kontemporer non-mimbar) yang mengontekstualisasikan peringatan teologis terkait batas interaksi dengan ipar (al-hamwu al-mawt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini berhasil menjadi instrumen transformasi sosial dan edukasi karakter, mendesak reposisi batasan ruang privat (khalwat) demi menjaga kesucian perjanjian pernikahan (mithaqan ghalizha) di tengah pergeseran budaya masyarakat.
Kata Kunci: Ipar Adalah Maut, Semiotika, Roland Barthes, Komunikasi Islam, Kesucian Keluarga.